Rabu, April 22, 2009

Andai Aku Punya Kesempatan

Seiring berjalannya waktu yang kulalui selama mengajar di sekolah ini, kini aku sangat berharap bisa dipercaya menjadi wali dalam satu kelas. Jika hal ini bisa terjadi dalam hidupku, aku akan lebih banyak belajar bagaimana rasanya jika kelak aku mempunyai banyak anak. Karena aku mempunyai cita-cita minimal aku harus mempunyai 4 anak, jika Allah mengijinkan tentunya.
Seandainya aku bisa merawat anak dalam satu kelas, mengayomi mereka, menyayangi mereka, menjadi tempat curahan hati mereka, alangkah bahagianya hati ini. Akan ada banyak kesempatan berubah menjadi orang yang lebih sabar. Memahami karakteristik anak yang heterogen. Kurasa akan sangat menyenangkan dan bisa kujadiakan sebagai pembelajaran bagaimana cara mengelola anak banyak. Hehehehe...

Rabu, April 08, 2009

Akhirnya ... plong....

Setelah 2 minggu mikirin tugas gak kelar-kelar akhirnya hari ini kelar juga. Makasih buat saudara tercintaku yang telah banyak meluangkan waktu untuk membantu merangkai kata dalam penyusunan makalah wokrshop. Lega rasanya, karena tugas ini merupakan pengganti UAS. Kini aku bisa plong... sedikit beban telah terselesaikan.

Selasa, April 07, 2009

Berikan Waktu Luangmu Untuk Anakmu

Sampai dengan saat ini, aku masih merasa kekurangan waktu untuk mendampingi anak-anak. Aku harus berbagi banyak hal dengan mereka. Mulai dari bekerja, kuliah, di dapur, dan berada diantara mereka. Aku hanya bisa memandikan mereka, menyuapi mereka saat pagi hari saja, dan saat malam hari aku hanya bisa melihat mereka telah terlelap dalam tidur mereka. Namun terkadang mereka masih menunngu kepulangkanku. Aku merasa bersalah, tapi aku lakukan semua ini juga untuk mereka. Kapan aku bisa meluangkan waktu untuk sekedar jalan-jalan ya? Kala niat sudah ada, tetapi terkadang tenaga yang tak bisa diajak kompromi. Menyedihkan, kasihan mereka harus kehilangan banyak waktu bersamaku.
Mari para ibu, selagi kita punya banyak waktu luang, jangan sia-siakan kesepatan untuk bisa mendampingi putra-putri kita, agar kita tak menyesal ketinggalan perkembangan mereka.

Kamis, Maret 12, 2009

Hati-hati Memprogram Anak

Tutur kata orang tua merupakan salah satu hal yang bisa mempengaruhi pembentukkan karakter anak. Kebanyakan Orang Tua secara tidak sadar memasukan program yang salah
pada otak si Anak sehingga kasihan sekali, banyak anak-anak yang masa depannya rusak karena program otak dari orang tuanya..

Perlu kita ketahui setiap program yang masuk ke dalam otak si Anak mempengaruhi 3 dimensi kehidupan yaitu kehidupan Roh, kehidupan Physiology mental si anak dan kehidupan tubuh (kesehatan) si anak.

Dibawah ini daftar program otak salah yang sering diprogramkan orang tua pada anak-anaknya:

1. "Cari Uang itu susah!
"Seringkali secara tidak sadar orang tua sering mengatakan hal ini kepada anaknya ini yang akan memprogram ke otak anaknya jika diucapkan berulang-ulang maka si anak tersebut menyimpan kata-kata tersebut dialam bawah sadarnya.

Akibatnya:
Secara Psikology dan mental si Anak akan mengatakan didalam kejiwaan mereka mencari uang itu susah, efek jeleknya hal ini menghambat kreatifitas si anak dalam mencapai
keberhasilan dalam mencari uang dengan cara mudah, kenapa ? karena yang ada dikamus otak bawah sadar si anak mencari uang itu susah.

Saran kata-kata yang baik:
"Membantu orang itu hal yang menyenangkan, dengan mencari uang kita dapat gunakan untuk membantu orang lain, jadi mencari uang itu hal yang menyenangkan asal kita lakukan dengan cara yang jujur."

Pengalaman pribadi :
Dulu memang iya saya selalu bilang "Cari uang itu susah!", tetapi setelah saya tahu, saya coba merubah kalimat saya. "Ternyata mencari uang itu mudah". Subhanallah, apa yang terjadi pada anak saya, dia langsung semangat mencari ide kreatif untuk mendapatkan uang. Dengan cara menyisihkan uang sakunya dia mulai belajar menjadi pedagang. Membeli kertas blinder dan menjualnya kembali pada saudara dan temen-temennya. Membuat es lilin dari sirup dan menjualnya. Membantu uminya menjualkan jamur tiramnya ke para tetangga.

3."Usaha sendiri itu susah mending kerja sama orang!"
Hal ini sama jeleknya

Akibatnya:
Anak tersebut akan terprogram untuk menjadi karyawan. Jika dia mencoba berusaha sendiri maka bila dia menemukan tantangan dia akan membenarkan perkataan orang tuanya dan kemudian menyerah lalu bekerja dengan orang.

Saran kata-kata yang baik:
"Berusaha sendiri itu hal yang baik, apalagi dapat memperkerjakan orang lain itu, tetapi ingat kita memiliki tanggung jawab yang lebih besar karena kita juga harus
memikirkan orang yang berkerja dibawah kita, tetapi ingat Tuhan akan Adil kepada setiap orang yang memiliki tanggung jawab lebih besar Dia juga akan memberikan berkat yang lebih bagi orang tersebut."

2. "Jangan Main Hujan, Nanti Kamu Sakit!"
Secara normal manusia diciptakan Tuhan tahan terhadap yang namanya hujan, jika kalau tidak mana mungkinlah Tuhan ciptakan hujan. Tetapi seringkali orang tua mengatakan tersebut, sehingga masuk kedalam pikiran bawah sadar si anak. Setiap kali dia kehujanan maka tubuhnya sakit, kenapa demikian?
Pikiran Mental seseorang itu mampu memerintahkan tubuh manusia, sama halnya mengapa ada seseorang yang ketika makan pedas dia sakit perut tetapi orang sebelahnya makan pedas yang sama baik-baik saja, seringkali orang bilang daya tahan pedas orang itu berbeda, ya benar daya tahan, tetapi Anda harus tahu yang menciptakan daya tahan tidak lain adalah pikiran kita sendiri. Demikian pikiran manusia itu mampu mempengaruhi tubuh dan kesehatan seseorang.

Saran kata-kata yang baik:
"Bermain hujan itu memang menyenangkan tetapi banyak hal lain yang lebih menyenangkan yang dapat kamu lakukan didalam rumah anakku."

3. "Nanti kalo gede cari suami yang kaya, supaya masa depan terjamin!"
Dashyat banget nich program otak yang satu ini, si anak dijamin ketika dewasa akan menjadi orang yang materialistik, dan memiliki kecenderungan menilai orang lain dari kekayaannya bukan dari hal-hal postitif lainnya.

Saran kata-kata yang baik:
"Kalau besar nanti kamu cari pasangan jangan lihat dari luarnya, tetapi lihatlah dari mulia hatinya, dan carilah orang yang takut akan Tuhan (taat beragama)"

Jadi..., buat yang sudah sadar program otak itu menentukan masa depan anak-anak kita, Marilah kita perbaiki, mulai saat ini perkataan program otak buat anak kita. Demi masa depan anak-anak kita dan demi masa depan bangsa kita dengan terciptanya manusia-manusia berprestasi, bermartabat dan berhati serta berakhlaq mulia.

Jumat, Februari 06, 2009

Maafkan Umi ya Rosy


Saat mertua mulai menurun kondisi kesehatannya, aku baru sadar... Betapa lelahnya beliau merawat Rosy. Sementara aku..., terus sibuk dengan pekerjaan dan kuliahku serta dua putriku yang lainnya. Bukan maksudku untuk menelantarkan Rosy, tetapi aku memang harus membantu suami untuk tambahan ekonomi. Dan inipun demi Rosy juga.
Usianya sudah memasuki tahun ke 7, tidak mungkin lagi kalo dia harus tetap dalam gendongan. Paling tidak ada kursi roda untuk membantunya duduk sendiri. Tapi betapa kagetnya saat kulihat info harga kursi roda itu... dan sampai dengan saat ini aku belum mampu untuk membelikannya buat Rosy. Sementara di kota kecil ini, aku belum bisa menemukan pusat terapi buat penyandang CP, aku hanya mampu meminta tolong pada seorang fisioterapi untuk memberikan terapi buat Rosy dirumah.
Kadang aku kuat menerima kenyataan ini, namun tidak jarang batinku menangis. Apa yang bisa aku perbuat di kota ini untuk membantu Rosy? Hanya doa dan doa yang terus aku lakukan. Maafkan umi ya Rosy..., Umi, Ayah, dik Alya dan dik Lila sayang semuanya padamu.javascript:void(0)
Terbitkan Entri